Rabu, 13 Juni 2012

Perdebatan antara pendeta-pendeta Yahudi dan pendeta-pendeta Nasrani di hadapan Nabi

  Perdebatan antara pendeta-pendeta Yahudi dan pendeta-pendeta Nasrani Najran ketika berkumpul di hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam.



Perdebatan antara pendeta-pendeta Yahudi dan pendeta-pendeta Nasrani Najran ketika berkumpul di hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam

  Menurut riwayat : Bahwa para pendeta Nasrani Najran sebelum kembali ke qabilahnya, pada suatu hari berkumpul di hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam bersama para pendeta kaum Yahudi yang ada di kota Madinah. Di kala itu terjadilah perselisihan dan perdebatan ramai di antara mereka di hadapan beliau dan yang di perdebatkan ialah tentang agama Nabi Ibrahim dan tentang ketuhanan mereka masing-masing. Adapun riwayatnya dengan singkat demikian :

Para pendeta Yahudi berkata :''Nabi Ibrahim itu adalah seorang Yahudi.''


Para pendeta Nasrani Najran berkata :''Nabi Ibrahim itu tidak lain melainkan orang Nasrani.''


Demikianlah mereka bertengkar dan berdebat, dan tatkala itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam untuk mengetengahi perdebatan mereka, yaitu ayat yang bunyinya :


Dengarkan


''y aa ahla a lkit aa bi lima tu haa jjuuna fii ibr aa hiima wam aa unzilati al ttawr aa tu wa a l-injiilu ill aa min ba'dihi afal aa ta'qiluun a.''


65. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah [198] tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?
Keterangan ayat :

[198] Orang Yahudi dan Nasrani masing-masing menganggap Ibrahim a.s. itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa Ibrahim a.s. itu datang sebelum mereka.


Dengarkan

''h aa antum h aa ul aa -i haa jajtum fiim aa lakum bihi 'ilmun falima tu haa jjuuna fiim aa laysa lakum bihi 'ilmun wa al l aa hu ya'lamu wa-antum l aa ta'lamuun a.''


66. Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui [199], maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui [200]?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.


Keterangan ayat :

[199] Yakni tentang Nabi Musa a.s., Isa a.s. dan Muhammad SAW

[200] Yakni tentang hal Ibrahim a.s.


Dengarkan

''m aa k aa na ibr aa hiimu yahuudiyyan wal aa na sh r aa niyyan wal aa kin k aa na h aniifan musliman wam aa k aa na mina a lmusyrikiin a.''

67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus [201] lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

Keterangan ayat :

[201] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.



Dengarkan

''inna awl aa al nn aa si bi-ibr aa hiima lalla dz iina ittaba'uuhu wah aadzaa al nnabiyyu wa a lla dz iina aa manuu wa al l aa hu waliyyu a lmu/miniin a.''

68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

Al Qur'an surat Ali Imraan ayat 65-68


Keterangan : Tentang soal yang di perbantahkan oleh kaum Yahudi dan kaum Nasrani sebagai yang tersebut itu adalah termasuk salah satu soal yang berkenaan dengan tarikh. Tegasnya : Bagaimana Nabi Ibrahim akan di katakan beragama Yahudi atau beragama Nasrani, sedang kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan kitab Injil yang di turunkan kepada Nabi Isa itu di masa kemudian Nabi Ibrahim. Taurat di turunkan sesudah 575 tahun di belakang masa Nabi Ibrahim ; dan antara Musa dan Isa ada 1920 tahun. Oleh sebab itu, maka sangat mengherankan sekali jika para ketua agama Yahudi berani mengatakan Nabi Ibrahim itu seorang Yahudi, dan demikian juga jika para ketua agama Nasrani berani mengatakan, bahwa Nabi Ibrahim itu seorang Nasrani.


Selanjutnya di kala itu perbantahan mareka tentang urusan yang mengenai ketuhanan, di jelaskan dan diselesaikan pula oleh wahyu ALLAH yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam. Dengan demikian, maka di kala itu sebagai satu kesempatan bagi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam untuk mengajak kepada kedua belah fihak supaya kembali kepada tauhid yang benar dan beribadat kepada Tuhan Yang Maha Esa ; karena tidak ada Tuhan melainkan ALLAH.


Kaum Yahudi mempercayai dan menganggap bahwa Uzair itu putera ALLAH ; dan kaum Nasrani mempercayai dan menganggap bahwa Isa itu putera ALLAH, tetapi Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam dengan jelas dan tegas menyatakan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani), bahwa kepercayaan yang sedemikian itu tidak benar. Dalam pada itu beliau berseru kepada mereka dengan wahyu yang telah diterima oleh beliau yang berbunyi :


Dengarkan

''qul y aa ahla a lkit aa bi ta' aa law il aa kalimatin saw aa -in baynan aa wabaynakum al l aa na'buda ill aa al l aa ha wal aa nusyrika bihi syay-an wal aa yattakhi dz a ba' dh un aa ba' dh an arb aa ban min duuni al l aa hi fa-in tawallaw faquuluu isyhaduu bi-ann aa muslimuun a.''

64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".


Al Qur'an surat Ali Imraan ayat 64


Dalam pada itu Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam di tegaskan pula pendirian yang sebenarnya terhadap para utusan ALLAH yang telah datang di masa sebelum beliau, yaitu pendirian yang pernah di wahyukan oleh ALLAH kepada beliau yang bunyinya ada di surat Al Baqarah surat 135-141.


Kemudian perbantahan para ketua dan dan para para pendeta kaum Yahudi dengan para pendeta kaum Nasrani Najran sampai memuncak tentang urusan agama yang benar, masing-masing mempertahankan kebenaran agama yang di peluknya dan saling mendustakan dan menyalahkan agama atau kepercayaan yang di ikuti oleh lawannya. Fihak Yahudi mengatakan : Tidaklah orang-orang Nasrani itu dalam kebenaran sedikitpun ; dan fihak Nasrani membalas dengan perkataan : Tidaklah orang-orang Yahudi itu dalam kebenaran sedikitpun. Oleh sebab itu, maka untuk mengetengahi pertengkaran mereka yang sedemikian memuncaknya itu ALLAH menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam untuk di bacakan dan di perdengarkan kepada mereka masing-masing, yang bunyinya :


Dengarkan


''waq aa lati a lyahuudu laysati al nna shaa r aa 'al aa syay-in waq aa lati al nna shaa r aa laysati a lyahuudu 'al aa syay-in wahum yatluuna a lkit aa ba ka dzaa lika q aa la al la dz iina l aa ya'lamuuna mitsla qawlihim fa al l aa hu ya h kumu baynahum yawma a lqiy aa mati fiim aa k aa nuu fiihi yakhtalifuun a.''


113. Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 113


Demikianlah di antara riwayat perbantahan antara Yahudi di kota Madinah dengan kaum Nasrani dari Najran di hadapan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang masing-masing mempertahankan kebenarannya sendiri-sendiri dan sama-sama membanggakan nama dan gelarnya, meskipun barang yang di pertahankan atau yang di banggakan itu dalam hakikatnya barang yang salah dan bathil, namun mereka masing-masing tetap berkeras kepala dan tidak memperdulikan keterangan yang benar.


Penjelasan-penjelasan Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam terhadap kedua pihak yang sedang bertengkar dan berbantah tadi, sebenarnya penjelasan-penjelasan yang tegas, jelas dan tepat serta benar ; tetapi mereka masing-masing lantaran sudah di bungkus oleh perasaan fanatik, sudah begitu tebal dibalut oleh penyakit taqlid buta dan mengikut saja kepada apa yang telah ada, maka mereka masing-masing itu sudah tidak mau lagi mempergunakan kecerdasan pikirannya sedikitpun. Dengan demikian, maka tetaplah keadaan mereka (dari kedua belah fihak) tidak dapat lagi mendengar dan menerima kebenaran yang hakiki.


Perlu ditambahkan disini tentang dakwaan atau anggapan mereka (kedua belah fihak) atas diri mereka masing-masing, yang seketika itu dengan tegas telah di tolak oleh wahyu ALLAH yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam yaitu mereka masing-masing berkata, bahwa merekalah yang akan masuk ke Surga. Yakni :''Orang-orang yang akan menjadi pengisi Surga TUHAN kelak tidak ada yang lain melainkan kaum Yahudi. Kemudian para pendeta dan para ketua Nasrani menyahut dengan congkak serta sombong :''Orang-orang yang akan menjadi pengisi Surga TUHAN kelak, tidak ada yang lain melainkan kaum Nasrani.''

Sangkaan dan anggapan mereka yang ke luar batas itu oleh ALLAH di tolak dengan Firmannya, yang berbunyi :


Dengarkan

''waq aa luu lan yadkhula a ljannata ill aa man k aa na huudan aw na shaa r aa tilka am aa niyyuhum qul h aa tuu burh aa nakum in kuntum shaa diqiin a.''

111. Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah:"Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar".


Dengarkan


''bal aa man aslama wajhahu lill aa hi wahuwa mu h sinun falahu ajruhu 'inda rabbihi wal aa khawfun'alayhim wal aa hum ya h zanuun a.''


112. (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak(pula) mereka bersedih hati.


Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 111-112.


Dengan ayat ini jelas serta tegas ALLAH menolak pendakwaan mereka masing-masing yang palsu dan sombong tadi, bahwa Surga itu bukan teruntuk orang-orang Yahudi dan atau bagi orang-orang Nasrani, dan bukan pula teruntuk bagi salah satu bangsa atau golongan : tetapi disediakan untuk siapa saja yang menyerahkan diri kepada ALLAH saja, taat dan patuh kepadaNya dengan ikhlas, tidak mempersekutukan dengan siapapun juga dan berbuat baik menurut jalan dan cara yang telah di tentukan olehNya sebagai yang telah diterangkan dan di contohkan oleh RasulNya, Nabi Muhammad Sallallaahu 'Alayhi wa Sallam.


Sumber Al Qur'an Terjemah Bahasa Indonesia


Walhamdulillahi Rabbil'alamin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar